Pemilu 9 April: Calon Legislatif, Ini lho Keluhan kecilku

Standar

 

Image

Sumber Foto:dari google

9 April 2014, Indonesia akan menghadapai masa penentuan masa depannya 5 tahun ke depan. tahun 2014, merupakan penentuan mau dibawa kemana masa depan bangsa ini. Calon legislatif akan di pilih oleh rakyat pada tanggal 9 april, pemilihan presiden yang belum jelas kepastiannya, rumornya akan di laksanakan pada bulan Juli 2014. 

Ada banyak warna yang mewarnai pemilu Indonesia 2014. Ada beberapa pihak yang sudah curi-curi strat untuk berkampanye. Ada pihak yang saling mengumbar fitnah dan kesalahan pihak lain. Ada yang sesumbar dengan keberhasilan yang mereka capai. Ada yang menebar janji-janji kosong penuh harapan. Saling depak, saling ejek, sudah menjadi hal yang biasa untuk menjatuhkan rakyat. Pengorbanan yang mereka lakukan untuk mendulang uang rakyat sungguh habis-habisan. Keringat dan darah rela keluar dari tubuh mereka demi mendapatkan simpati rakyat. Tidak hanya berkorban jiwa dan raga, harta pun mereka lakoni asalkan rakyat memilihnya.Tak heran jika saat ini pelayanan kesehatan jiwa menyiapkan diri untuk menampung mereka yang “Gagal”.

 

Sungguh, jika kita mendengar janji manis mereka, pengorbanan mereka mulai dari jiwa, raga dan harta, hati kita tergetar. Terutama yang menerima langsung bentuk dari pengorbanan para legislatif. Hati rakyat tergugah untuk memilih mereka. Meskipun alasan rakyat memilih mereka beranekaragam, tergantung tingkat pendidikan dan kepentingan. Ada yang memilih karena merasa tak enak dengan “bantuan” yang diberikan oleh mereka, ada juga yang memilih karena mereka memberikan penghasilan bagi mereka, terutama pengangguran. Terlepas dari semua alasan yang ada, mari kita menilik pada rakyat yang dengan hati legowo memilih mereka karena jasa yang diberikan oleh para calon legislatif. Hati putih pemilih mengatakan,”ah, kalau pas pemilu mereka mau mengeluarkan uang untuk memperbaiki fasilitas umum seperti jalan, apalagi kalau sudah jadi dewan, pasti akan lebih banyak yang diperbaiki”. selain itu, ini budaya Indonesia “Nggak enakan”, rakyat merasa ‘nggak enak’ kalau gak milih Si Ungu karena udah ngebantu mbenerin masjid. Rasa “Nggak enakan” ini yang seringkali di manfaatkan pihak yang ingin dipilih yang sudah paham dengan budaya rakyat Indonesia. Tapi, gimana nih denga rakyat yang berprasangka positif pada para calon legislatif. Pantas kah, kalau dikatatakan untuk para koruptor, pengkhianat rakyat. Para koruptor itu benar-benar menyakiti hati rakyat. Rakyat di sanjung pas pemilu, tapi di buang ketika sudah jadi dewan. Hati-hati dengan doa rakyat yang tersakiti.

Jadi dewan, Gaji emang gede, tapi usaha memperjuangkan hak rakyat juga harus gede dong, gak modal ngomong doang. Selama ini kan yang nggaji kalian rakyat. 

 

So, untuk para calon legislatif, bersihkan hati, luruskan niat, pantaskan diri kalian supaya kalian memang layak untuk di pilih oleh rakyat. Harta aja gak cukup untuk di korbanin, janji gak cukup cuma diomongin, yang terpenting adalah realisasinya, dan moral yang mulia. Buat pemerintah juga, terutama KPU, mending diadain tuh pajak kampanye buat calon legislatif, atau dibuat ringan bahasanya diganti jadi #coinuntukIndonesia, lumayan kan uangnya, buat mbenerin sekolah kalau pemerintah udah kesusahan buat ngeluarin dana, buat ngebenerin jalan, buat ngebangun jalan di daerah terpencil, kalau utang Indonesia udah bisa dilunasi dari #coinuntukindonesia.

#coinuntukIndonesia

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s