1#Tata Penulisan Bahasa: Penggunaan kata sambung

Standar

Keinget pas buka-buka file, ternyata menemukan file yang cukup bagus sebagai referensi penulisan jurnal, essay, skripsi ataupun tugas akhir. Semoga bermanfaat..

Pemakaian bahkan, jadi dan selanjutnya

–     Terletak diawal kalimat dikuti dengan tanda koma

–     Kata hubung antarkalimat

–     Kata bahkan menyatakan penguatan atas keadaan yang telah dinyatakan debelumnya (pada kalimat sebelumnya)

–     Kata jadi menyatakan kesimpulan dari informasi yang dinyatakan pada sebelumnya.

–     Kata selajuntnya menyatakan langkah-langkah lanjutan dari keadaan atau situasi yang dinyatakan dalam kalimat-kalimat sebelumnya.

Pemakaian kata bahwa

–     Kata bahwa digunakan dalam konstruksi kalimat yang menyatakan atau penjelasan

–     Kata agar atau supaaya dipakai dalam konstruksi kalimat yang menyatakan harapan atau tujuan

–     Kata menganjurkan, mengharapkan dan menghimbau, dapat digabungkan dengan pemakaian konjugtor agar dan supaya. Jadi kita bisa menyusun kalimat yang menyatakan makna A menghimbau B

–     Konjugtor bahwa lebih dekat dengan pemakaian kata kerja meminta, mengatakan, menyatakan, mengutarakan, memutuskan dan sejenisnya

Pemakaian kata dan, serta dan atau

–     Kata dan termasuk kelompok kata hubung atau konjungtor. Bentuk dan dipakai untuk menyatakan hubungan yang bersifat kesetaraan. Konjungtor dan digunakan untuk menyatakan hubungan penambahan atau penjumlahan.

–     Atau menyatakan hubungan pemilihan, juga digunakan untuk menyatakan hubungan penambahan

Pemakaian dari atau  daripada

–     Kata dari memilikimakna untuk menyatakan milik atau arah. Harus diposisikan dalam kerangka mengungkapkan makna milik atau arah tersebut

–     Kata daripadaI memiliki makna dalam kaitannya dengan hubungan perbandingan

Pemakian kata kalau dan  jika

–     Jadi dan jika dalam kalimat majemuk bertingkat menyatakan hubungan syarat. Dalam kalimat majemuk bertingkat harus hadir dua klausa, yakni klausa subordinat (yang berisi syarat) dan klausa utama yang berisi aksi atas dipenuhi dan tidaknya syarat sesuai yang tersebut dalam klausa subordinatif

Karena, walau, dan walaupun

–     Kata karena menyatakan makna penyebab (menyatakan hubungan sebab)

–     Kata walau atau walaupun menyatakan hubungan konsesif, artinya hubungan perlawanan. Pada umumnya, situasi yang terdapat dalam klausa sunordinatif merupakan kebalikan dari situasi dalam klausa utama. Situasi dalam klausa utama harus bersifat kebalikan dengan situasi normal yang diyakini oleh masyarakat umum

Bagaimana memakai kata: di dan pada secara benar

–     Merupakan kata depan atau preposisi (kelompok kata tugas)

–     Kata di hanya digunakan untuk menyatakan tempat atau lokasi

–     Kata depan pada digunakan untuk menyatakan waktu, tempo, atau kala

Cermat menggunakan ….sehingga…. atau Sehingga…

–     Kata sehingga termasuk kara hunung yang menyatakan akibat (disebut juga menyatakan hubungan pengakibatan)

–     Status kara sehingga yang merupakan kata hubung intrakalimat. Jadi kehadiran kata sehingga tetap dalam satu konstruksi kalimat.

Pemakaian kata: tetapi, sedang dan sedangkan

–     Termasuk dalam konjungsi intrakalimat, yang letaknya di tengah kalimat

–     Kata tetapi untuk menyatakan hubungan yang bersifat perlawanan atau kebalikan. Pernyataan perlawanan itu ada yang berupa penguatan, perlawanan terhadap implikasi, dan perlawanan yang menyatakan penguatan.

–     Kata sedang atau sedangkan merupakan penghubung informasi intrakalimat yang menyatakan penjumlahan yang berupa pertentangan.

Sebelum penulisan tetapi atau sedang harus dibubuhi tanda koma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s