Tenyata dia begitu berharga

Standar

Hari ini, dapat pelajaran luar biasa. Seperti biasa, tempat menuntut ilmu sementara selalau memberikan makan siang pada hari kerja. seperti biasanya pula, meskipun baru diakhir-akhir mulai muncul keluhan tentang menu makan siang, setiap kali makan siang dan setelah makan siang yang menjadi pembahasan dikalangan teman-teman adalah menu makanan. Kenapa jadi pembahasan, karena menu makanan yang disediakan tidak sesuai selere. Nasinya yang kekerasan lah, lauknya yang biasa saja, dan itu-itu saja menunya. Terpengaruh juga, nasinya memang sering banget kekerasan, kurang air mungkis ketika memasak berasnya hingga menjadi nasi. Lauknya ya memang biasa saja, kadang pakai telur, kadang tahu tempe. tingkat keterpengaurahanku adalah makan cuma setengah tidak habis pula.

padahal, tadi baru saja aku liat, ada rekan lain yang makan dengan begitu lahapnya. Pertama kali melihat itu, yang terpikirkan adalah, ya Allah, aku tadi makannya tidak habis. Melihat beliau yang makan dengan lahapnya tanpa mengeluh, rasa bersalah semakin menjadi-jadi. Berapa banyak tadi makanan yang aku buang, yang dihabiskan cuma kerupuknya saja. Seberapa banyak pemborosan yang telah aku lakukan, maafkan aku ya makanan yang aku buang, ampuni aku ya Allah, jagalah aku supaya tidak membuang-buang makanan yang aku makan dan bisa lebih berhemat dalam makan. aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s