Fase Kehidupan Manusia

Standar

manusia hidup secara sangat unik. Mengapa bisa demikian?in my mind, kita hidup dibanyak waktu dan tempat yang terbagi menjadi tidak ketahui dan kita ketahui. waktu dan tempat yang kita ketahui tentu saja ada pada kehidupan yang sedang kita lakukan saat ini. kita tahu kapan waktunya dan dimana tempatnya. seperti saat ini misalnya, saya sedang berada didepan komputer tengah menulis, berada di rumah, dan pada waktu sekian-sekian. kondisi ini diawali saat kita dilahirkan dan diakhiri dengan kematian.

waktu dan tempat yang tidak ketahui. ada banyak sekali waktu dan tempat yang tidak kita ketahui, dimana kita telah atau akan mengalaminya. batasan waktunya ialah sebelum kita dilahirkan dan setelah kita mengalami kematian. sebelum dilahirkan, kita mengalami pergantian waktu da tempat yang tidak kita ketahui saat kita mengalami kehidupan di dunia. kita mengalaminya, namun tidak dapat mengingatnya. waktu dan tempat saat kita masih dalam bentuk jiwa, kemudian disemayangkan dalam raga kita didalam kandungan. baru kemudian kita dilahirkan dan mulai mengalami kehidupan. waktu dan tempat sebelum kita dilahirkan, tidak ada satupun manusia yang mengingatnya, tanpa diberitahukan langsung oleh Sang Pencipta kita. 

begitupun waktu dan tempat setelah kematian. fase ini kita belum pernah mengalaminya. dan tidak ada satupun manusia yang mengetahui apa yang akan terjadi di waktu dan tempat setelah kematian. kecuali oleh sang Maha Pencipta telah diberikan-Nya kepada kita gambaran mengenai kehidupan di masa mendatang setelah kematian. semuanya ada dalam kita Al’Quran. semua dijelaskan secara mendetail. terlebih-lebih kehidupan yang akan kita alami setelah kematian.

kehidupan manusia di fase antara kelahiran dan kematian, akan membawa dampak bagi kehidupan kita setelah kematian. apa yang kita lakukan di fase tersebut, akan menentukan kehidupan kita di fase setelah kematian. semua tergantung pada diri kita, akan bahagiakah ataukah menderita dikehidupan pada fase setelah kematian? fase antara kelahiran dan kematian ibarat tempat kita bercocok tanam, menanam apa yang kita inginkan, dan kehidupan pada fase setelah kematian adalah saatnya kita memanen apa yang kita tanam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s