Pendidikan Indonesia, Kulit atau isi???

Standar

apakah anda seorang mahasiswa, khususnya mahasiswa strata 1? jika ia. apakah anda pernah mendengar adanya surat edaran dari dikti kepada perguruan-perguruan tinggi di indonesia mengenai syarat kelulusan tahun 2012 ini yang diberlakukan setelah kelulusan bulan agustus? apakah anda resah?

berbicara mengenai pendidikan indonesia sudah menjadi suatu dilematika dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi. banyak muncul kerancuan di setiap kebijakan yang dibuat, sehingga memunculkan pertanyaan apakah semua keputusin ini obyektif ataukah subyektif? obyektif dalam artian memang diperuntukkan bagi memenuhi cita-cita bangsa sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. secara subyektif dalam pengertian untuk memenuhi cita-cita pembuat kebijakan yaitu untuk memperkaya diri. 

subsidi pendidikan sekian persen, tapi, masih sangat banyak sekolah-sekolah yang sebenarnya sangat tidak layak untuk dikatakan sebagai sebuah sekolah di indonesia, khususnya di daerah perbatasan, daerah tertinggal dan terpencil. 

Image

kini, mahasiswa strata satu, yang baru beranjak dari bangku sekolah menengah atas sudah dipusingkan dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh dikti, yang intinya adalah kita wajib membuat karya ilmiah yang sudah dipublikasikan, seperti jurnal sebagai syarat utama kelulusannya. dan apakah kalian sudah membaca kesuluruhan isinya. disana diungkapkan bahwa alasan kita mahasiswa strata 1 diminta untuk membuat karya ilmiah karena jumlah karya ilmiah indinesia kalah dengan malaysia. 

berdasarkan diskusi dari suatu forum, dikatakan bahwa sebenarnya kita, bangsa indonesia belum siap untuk hal ini. mulai dari sisi kelayakan jurna hingga media publikasinya, serta kualiitas dari jurnal ilmiah tersebut. jika berbicara kulitnya, maka sebenarnya tak ada masalah, namun, jikaa kita berbicara isi, ini akan menjadi masalah, karena sesungguhnya bangsa kita belum siap. sebagus, sebaik apapun tujuannya, akan menjadi tidak baik jika kita belum sanggup melaksanakannya, apalagi jika dipaksa. bisa jadi, karya-karya anak bangsa akan banyak yang berakhir di tempat penyimpanan terakhir tanpa ada yang membuka-bukanya lagi. yang kita butuhkan adalah kebaikan yang sebesar-besarnya dan menekan keburukan sekuat-kuatnya.

jadi, sebagai mahasiswa yang sebaiknya kita lakukan adalah menjadi yang terbaik, dengan berperilaku sangat baik, mencari ilmu dengan cara terbaik, untuk mendapatkan sesuatu yang paling baik dari yang terbaik, demi memberikan kepada orang lain sesuatu yang baik. menyumbangkan sari patinya…bukan sampahnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s